III. Program Muhammadiyah 2010-2015 (Visi Muhammadiyah 2015)
A. Gambaran Umum Program
Program Muhammadiyah 2005-2010 merupakan penjabaran dan pemfokusan program jangka panjang untuk lima tahun pertama masa berlakunya program jangka panjang ke dalam program jangka menengah dalam periode dimaksud. Dengan demikian, Program Muhammadiyah 2005-2010 disesuaikan dengan penahapan program sebagaimana dicantumkan dalam program jangka panjang.
Pada program lima tahunan sebagaimana program jangka panjang ditetapkan dua aspek yaitu visi pengembangan dan program pengembangan. Visi pengembangan adalah kondisi/keadaan yang ingin diwujudkan sebagai tujuan dari setiap program Muhammadiyah. Adapun program pengembangan yakni rencana kegiatan yang akan dilaksanakan yang pelaksanaannya dijabarkan kemudian dalam bentuk jenis-jenis kegiatan dari program Muhammadiyah tersebut.
Program Muhammadiyah dikategorisasikan ke dalam dua aspek yaitu program umum dan program perbidang. Program umum merupakan rangkaian kegiatan yang bersifat lintas aspek dan lintas majelis/lembaga yang koordinasinya langsung oleh Persyarikatan atau Majelis/Lembaga tertentu atau badan lain yang dimandati Pimpinan Persyarikatan untuk menjadi koordinator dalam pelaksanaan program tersebut. Adapun program perbidang merupakan rencana kegiatan yang bersifat aspek tertentu yang pelaksanaannya di bawah Majelis/Lembaga tertentu.
Dalam kerangka kebijakan program jangka panjang disebutkan bahwa kebijakan program Muhammadiyah pada lima tahun kedua (2010-2015) difokuskan pada sasaran yaitu peningkatan dan pengembangan (1) organisasi dan jaringan untuk menjadi gerakan Islam yang maju, profesional, dan modern; (2) sistem gerakan dan amal usaha yang unggul dan mandiri bagi terciptanya kondisi dan faktor-faktor pendukung terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya; serta (3) peran strategis Muhammadiyah dalam kehidupan umat, bangsa, dan dinamika global.
Berdasar pada kerangka kebijakan program Muhammadiyah tersebut maka disusun kerangka program periode 2010-2015. Dalam periode lima tahun ke depan sebagaimana pada periode 2005-2010 program perbidang mengalami perubahan atau pengembangan, sehingga jenis program perbidang tidak persis sama dengan bidang-bidang program jangka panjang. Adapun kerangka kebijakan program periode 2010-2015 adalah sebagai berikut:
B. Tujuan
1. Meningkat dan berkembangnya organisasi dan jaringan untuk menjadi gerakan Islam yang maju, profesional, dan modern.
2. Meningkat dan berkembangnya sistem gerakan dan amal usaha yang unggul dan mandiri bagi terciptanya kondisi dan faktor-faktor pendukung terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.
3. Meningkat dan berkembangnya peran strategis Muhammadiyah dalam kehidupan umat, bangsa, dan dinamika global.
C. Prioritas Pengembangan
Pada periode lima tahun ke depan (2010-2015) beberapa program dijadikan prioritas sebagai program pengembangan sebagai bagian dari strategi pengembangan untuk mencapai visi Muhammadiyah 2015, yakni sebagai berikut:
1. Peningkatan dan pengembangan kuantitas dan kualitas Cabang dan Ranting sebagai basis penguatan, pemberdayaan, dan perluasan gerakan Muhammadiyah di akar-rumput sebagai bagian penting dan strategis dalam mengembangkan kekuatan civil Islam (masyarakat madani, civil society) di masyarakat.
2. Peningkatan dan pengembangan sistem gerakan yang ditekankan pada pengayaan kualitas ideologi dan pemikiran yang menjadi basis bagi pengembangan nilai-nilai keagamaan, intelektualitas, dan praksis gerakan yang bersifat pembaruan sebagai bagian penting dan strategis bagi pengembangan tajdid Muhammadiyah untuk pencerahan masyarakat.
3. Peningkatan dan pengembangan kualitas sumberdaya anggota dan kader sebagai pelaku gerakan yang mampu memperluas peran Muhammadiyah dalam dinamika kehidupan umat, bangsa, dan percaturan global.
4. Peningkatan dan pengembangan amal usaha dan praksis sosial Muhammadiyah yang unggul dengan memperluas program ekonomi dan pemberdayaan masyararakat sebagai basis kekuatan kemandirian.
5. Peningkatan dan pengembangan peran strategis Muhammadiyah dalam kehidupan bangsa dan negara serta percaturan global yang berbasis pada kualitas kepribadian, kemandirian, pencerahan, pembebasan, dan pencerahan.
D. Ciri Pengembangan
Dalam penyusunan program periode 2010-2015 ditetepkan ciri pengembangan yang mengandung aspek-aspek tertentu yang penting, strategis, dan memiliki pengaruh yang menentukan serta harus diwujudkan secara terukur dalam gerakan Muhammadiyah. Ciri pengembangan tersebut harus tercermin dalam setiap program, baik program umum maupun perbidang, yang penjabarannya disusun dalam kerangka kebijakan program dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang dapat diukur keberhasilannya. Adapun ciri-ciri pengembangan program Muhammadiyah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Sistem Gerakan
Hal yang berkaitan dengan aspek-aspek nilai dan konsep, yang berkaitan dengan hal-hal mendasar dalam gerakan Muhammadiyah.
(a) Menguatnya sistem gerakan Muhammadiyah yang maju, profesional, dan modern.
(b) Meninguatnya sistem gerakan Muhammadiyah yang dilandasi keikhlasan dan komitmen dari seluruh anggotanya.
(c) Menguatnya pemahaman ideologi dan visi gerakan Muhammadiyah.
2. Organisasi dan Kepemimpinan
Hal yang berkaitan dengan kelembagaan dan kekuatan penggerak dalam Muhammadiyah.
(a) Menguatnya sistem manajemen organisasi Muhammadiyah yang dinamis dan produktif.
(b) Menguatnya sistem kepemimpinan kolektif-kolegial yang transformatif yang mampu memberikan keteladanan, memobilisasi potensi, memproyeksikan masa depan, dan mengagendakan perubahan.
(c) Perluasan organisasi dan kepemimpinan Daerah, Cabang, dan Ranting sebagai basis gerakan di tingkat bawah.
(d) Tersusunnya rancangan dan terlaksananya perintisan restrukturisasi organisasi yang bercorak gerakan antara lain beraasas potensial, responsif, dan desentralisasi sejalan dengan prinsip gerakan Muhammadiyah.
3. Jaringan
Hal yang berkaitan dengan hubungan internal dan eksternal Muhammadiyah.
(a) Menguatnya peran dan jaringan keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal.
(b) Menguat dan meluasnya jaringan amal usaha, kegiatan, dan perangkat Persyarikatan.
(c) Menguatnya hubungan dan kerjasama internasional.
4. Sumberdaya
Hal yang berkaitan dengan aspek pendukung dan pelaku gerakan Muhammadiyah.
(a) Terlaksananya pembinaan, pengembangan, dan pemberdayaan anggota Muhammadiyah sebagai subjek gerakan secara konsisten dan berkelanjutan.
(b) Terlaksananya sistem kaderisasi dan regenerasi dalam Muhammadiyah secara konsisten dan berkelanjutan.
(c) Meningkatnya jumlah simpatisan sebagai basis rekrutmen anggota Muhammadiyah.
(d) Terlaksananya sistem pengelolaan sumber-sumber dana, harta kekayaan, dan aset Persyarikatan secara transparan, akuntabel, dan konsisten.
5. Aksi dan Pelayanan
Hal yang berkaitan dengan aktivitas secara langsung dan dapat dinikmati hasilnya oleh anggota Muhammadiyah dan masyarakat luas.
(a) Terbangunnya sinergi pelayanan publik sebagai wahana untuk menumbuhkembangkan Islamic Civil Society.
(b) Terlaksananya pelayanan publik melalui amal usaha, program, dan kegiatan Muhammadiyah yang berkualitas.
(c) Terlaksananya fungsi advokasi dalam pelayanan dan kebijakan publik dari gerakan Muhammadiyah.
E. Program Umum Persyarikatan
1. Program Konsolidasi Ideologis
a. Visi Pengembangan
Teraktualisasikannya prinsip-prinsip, idealisme, dan konsep-konsep dasar gerakan yang menunjukkan keunggulan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang maju/modern serta berperan aktif-strategis dalam dinamika kehidupan umat, bangsa, dan perkembangan global.
b. Program Pengembangan
1) Mengintensifkan pembinaan ideologi di seluruh lingkungan organisasi termasuk di amal usaha, majelis/lembaga, dan organisasi otonom Muhammadiyah melalui berbagai usaha yang terintegrasi sehingga prinsip, visi, dan misi Muhammadiyah teraktualisasi dalam aktivitas gerakan.
2) Mengintensifkan dan memasyarakatkan Manhaj Gerakan Muhammadiyah (Muqaddimah, Kepribadian, Khittah, Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup, Pedoman Hidup Islami, dan lain-lain) sebagai sumber inspirasi, acuan, dan tuntunan dalam seluruh lingkungan organisasi dan anggota Persyarikatan.
3) Meningkatkan posisi dan fungsi Persyarikatan sebagai sumber inspirasi dan rujukan pemikiran baik ke dalam maupun ke luar lingkungan Persyarikatan sehingga Muhammadiyah menjadi kekuatan strategis serta tenda besar umat dan bangsa.
4) Mengembangkan Ideopolitor (ideologi, politik, dan organisasi), up-grading, refreshing, dan pengajian-pengajian atau kajian-kajian pimpinan yang diselenggarakan di semua lini organisasi untuk meningkatkan komitmen, wawasan, dan aksi gerakan Muhammadiyah dalam menghadapi berbagai tantangan yang kompleks.
5) Memprioritaskan pembinaan dan pengembangan sekolah-sekolah kader (Madrasah Mu’allimin, Mu’allimat, Pondok Pesantren), organisasi otonom, dan lembaga-lembaga pendidikan Muhammadiyah sebagai pusat pembibitan kader Muhammadiyah bekerjasama dengan Majelis/Lembaga/Badan terkait di seluruh lingkungan Persyarikatan.
6) Meningkatkan dan mengembangkan model-model pembinaan jama’ah dan peran Muhammadiyah di akar-rumput.
7) Meningkatkan upaya-upaya pengorganisasian dan penyebaran kader Muhammadiyah dalam lembaga-lembaga strategis nasional dan internasional untuk memerankan fungsi pencerahan, pembebasan, pemberdayaan, dan pengembangan tatanan kehidupan yang utama.
8) Menyusun dan memproduksi konsep-konsep/pemikiran-pemikiran strategis dalam menghadapi isu-isu, masalah, dan tantangan umat, bangsa, dan perkembangan global sebagai bingkai dan acuan konseptual bagi seluruh institusi dan anggota Muhammadiyah dalam menghadapi perkembangan zaman.
2. Program Konsolidasi Kelembagaan
a. Visi Pengembangan
Berkembangnya kualitas institusi organisasi yang menunjukkan keunggulan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang maju/modern serta berperan aktif-strategis dalam dinamika kehidupan umat, bangsa, dan perkembangan global.
b. Program Pengembangan
1) Meningkatkan kapasitas organisasi dan kepemimpinan yang lebih efektif sehingga organisasi dan kepemimpinan tidak bertumpu pada figur tetapi lebih berbasis sistem.
2) Membangun kinerja organisasi yang efektif efisien dan akuntabel, dengan menitikberatkan perhatian pada upaya fungsionalisasi seluruh jajaran organisasi, sehingga Muhammadiyah menjadi organisasi yang maju/modern dan melaksanakan prinsip-prinsip good governance (tata kelola yang baik).
3) Memperkuat organisasi Muhammadiyah sebagai basis gerakan kultural yang menjangkau segenap lapisan masyarakat dengan komitmen keumatan/kemasyarakatan yang kuat dan konsisten.
4) Mengintensifkan pembinaan Cabang dan Ranting yang lebih tersistem disertai pemetaan yang akurat serta mengembangkan Cabang dan Ranting Muhammadiyah sebagai prioritas penting sehingga dalam masa kerja 2010-2015 minimal tercapai 40% desa telah berdiri Ranting Muhammadiyah dan 70% kecamatan telah berdiri Cabang Muhammadiyah.
5) Mengembangkan percontohan Gerakan Jama’ah dan Dakwah Jama’ah yang dipadukan dengan program Keluarga Sakinah dan Qoryah Thayyibah yang diselenggarakan ‘Aisyiyah.
6) Menyusun kembali peta dakwah yang lengkap untuk memudahkan penentuan sasaran, pemilihan pendekatan, dan metode dalam mengembangkan tabligh yang tepat.
7) Penyusunan data base Persyarikatan yang lengkap dan menyeluruh untuk berbagai kepentingan dan pengembangan organisasi.
8) Meningkatkan kordinasi dan komunikasi pimpinan Persyarikatan dengan organisasi otonom di berbagai tingkatan yang bersifat reguler.
9) Mengefektifkan manajemen masjid dan mushalla yang dikelola Muhammadiyah sebagai basis gerakan Persyarikatan di akar-rumput.
10) Meningkatkan, mengembangkan, dan menerapkan sistem tatakelola organisasi dan tatakelola keuangan di seluruh tingkatan pimpinan dan amal usaha yang berdasarkan pada prinsip amanah, kejujuran, keterbukaan, dan tersistem.
11) Meningkatkan, mengembangkan, dan menerapkan pengawasan dan pembinaan keuangan termasuk pelaporan yang terstandar dan reguler di seluruh tingkatan pimpinan persyarikatan, amal usaha, dan institusi-institusi Muhammadiyah dengan regulasi yang tersistem.
12) Menyempurnakan konsep-konsep/pedoman/tuntunan sistem tatakelola organisasi dan keuangan yang terpadu di seluruh lingkungan organisasi Muhammadiyah.
13) Meningkatkan koordinasi, komunikasi, dan kunjungan ke wilayah/daerah/cabang/ranting; termasuk dan perlu menjadi prioritas kepada tingkat pimpinan Persyarikatan yang sangat memerlukan pembinaan.
14) Meningkatkan pembentukan Cabang Istimewa Muhammadiyah yang berbasis perhimpunan dan tanpa harus terikat dalam lingkup negara (yang berarti dalam satu negara terutama negara besar dapat dibentuk sejumlah Cabang Istimewa Muhammadiyah), sehingga memberi peluang bagi Muhammadiyah untuk menyebarluaskan pandangan dan peranannya di negara-negara lain.
Bab III (1) Next>>
Bab III (1) Next>>
Berita Terpopular
Terkait Adanya pertanyaan di kalangan beberapa orang anggota masyarakat tentang lebaran besok Sel ... selengkapnya
Kuala Lumpur- Muhammadiyah bukanlah kelompok Islam minimalis, tetapi Muhammadiyah ialah kelompok ... selengkapnya
Daftar Newsletter
Tetap terkini dengan berita terbaru dari Muhammadiyah
Bacaan Sehari-hari
Hadis riwayat Anas bin Malik ra.:
Bahwa Nabi saw. melihat warna bekas wangian pengantin di t ... selengkapnya
















