<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
<title>Feeds Berita </title>
<link>http://www.muhammadiyah.umm.ac.id/</link>
<atom:link href="http://www.muhammadiyah.or.id/feed/"  rel="self"  type="application/rss+xml" ></atom:link>
<description><![CDATA[This is an  RSS 2.0]]></description>
<image><title>Feeds Berita </title>
<link>http://www.muhammadiyah.umm.ac.id/</link>
<url>http://www.muhammadiyah.umm.ac.id//images/img/favicon.png</url>
</image>
<item>
<title>Haedar Nashir: MPM Membumikan Teologi Al-Maun</title>
<link>http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1155-detail-haedar-nashir-mpm-membumikan-teologi-almaun.html</link>
<pubDate>Wed, 16 May 2012 00:00:00 WIT</pubDate>
<guid isPermaLink="true" >http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1155-detail-haedar-nashir-mpm-membumikan-teologi-almaun.html</guid>
<description><![CDATA[<p>
	<strong>Yogyakarta- </strong>Muhammdiyah sebagai salah satu gerakan <em>civil society</em> di Indonesia, memiliki tanggung jawab sosial yang sangat besar. Bahkan Muhammadiyah dalam banyak hal terlimpahi oleh tanggung jawab yang seharusnya bisa dilakukan oleh negara. Masalah kemiskinan dan ketimpangan sosial adalah salah satu tanggung jawab sosial yang selama ini sering diabaikan oleh negara. Tapi karena keterbatasan negara itulah Muhammadiyah memiliki ladang untuk beramal.</p>
<p>
	 </p>
<p>
	Untuk menjawab tantangan itu, teologi Al-Maun salah satunya dibumikan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat. Demikian disampaikan Haedar Nashir, dalam sambutannya pada pembukaan Diklat IV Pertanian terpadu MPM PP Muhammadiyah, yang diselanggarakan di Balai Besar Latihan Ketegakerjaan Kabupaten Sleman, Rabu (16/05/2012).</p>
<p>
	 </p>
<p>
	Haedar Nashir mengungkapkan, selama ini banyak kebijakan pemerintah yang tidak melindungi pertanian, bahkan justru menghancurkan petani. &#39;Petani yang sekarang ini miskin sesungguhnya bukanlah orang pemalas dan bodoh, bahkan petani merupakan pekerja keras dan ulet. Tetapi karena kebijakan seringkali tidak memberikan perlidungan petani, maka petani selalu berada pada posisi marginal atau terpinggirkan,&quot; jelasnya, mengutip Antropologi dari Yale University, James C. Scott. Menurut Haedar, keseluruhan sumberdaya yang telah dikeluarkannya tersebut setelah dihitung dengan pendekatan ekonomi sesungguhnya para petani tersebut rugi. Hal ini karena jerih payah mereka tidak dihitung sebagai modal. Petani semakin merugi apabila hasil]]></description>
</item>
<item>
<title>Komunitas Muslim ASEAN Siap Gelar Konferensi di UMM</title>
<link>http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1154-detail-komunitas-muslim-asean-siap-gelar-konferensi-di-umm.html</link>
<pubDate>Wed, 16 May 2012 00:00:00 WIT</pubDate>
<guid isPermaLink="true" >http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1154-detail-komunitas-muslim-asean-siap-gelar-konferensi-di-umm.html</guid>
<description><![CDATA[<p>
	 </p>
<p>
	<strong>Malang- </strong>Sejumlah pemimpin komunitas muslim dari berbagai negara di Asia Tenggara akan berkumpul di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pertengahan Juni mendatang. Mereka memenuhi undangan UMM untuk mengikuti International Conference on Strengthening the Moslem Community in the South-East Asia Region toward ASEAN Community 2015.</p>
<p>
	Ketua Panitia, Ahsanul In&rsquo;am, PhD, menerangkan kegiatan ini merupakan hasil pembicaraan pihak Pascasarjana UMM dengan mitra-mitranya di Thailand, Malaysia dan Singapura beberapa waktu lalu.</p>
<p>
	&ldquo;Kami sepakat bahwa sebagai komunitas terbesar di Asean, muslim menempati posisi strategis dalam berbagai aspek, seperti social, budaya, politik, dan ekonomi. Menjelang komunitas Asean 2015 nanti, kita harus memperkuat jaringan ke arah komunitas muslim Asean,&rdquo; terang In&rsquo;am yang juga ketua Prodi Magister MKPP UMM itu.</p>
<p>
	Kegiatan akan berlangsung tiga hari mulai 14-16 Juni 2012. Pembicaraan mengenai social dan humaniora, HAM dan agama, ekonomi dan bisnis, serta iptek menjadi agenda utama pertemuan ini. Acara dikemas dalam sebuah plenary conference, kuliah umum dan presentasi parallel para pengirim naskah yang sudah ditentukan. Perwakilan dari negara-negara Asean, seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Kamboja, Thailand, Brunei, dan Timor Leste sudah menyatakan konfirmasi kehadirannya.</p>
<p>
	&ldquo;Rencananya acara akan dibuka oleh Sekjen Asean dan diisi keynote speech oleh ketua umum PP Muhammadiyah, mantan Wapres Jusuf Kallah dan Azyumardy]]></description>
</item>
<item>
<title> Tim Tapak Suci UMY Raih Runner Up di UNAIR CUP</title>
<link>http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1152-detail--tim-tapak-suci-umy-raih-runner-up-di-unair-cup.html</link>
<pubDate>Wed, 16 May 2012 00:00:00 WIT</pubDate>
<guid isPermaLink="true" >http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1152-detail--tim-tapak-suci-umy-raih-runner-up-di-unair-cup.html</guid>
<description><![CDATA[<p>
	<strong>Yogyakarta- </strong>UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Tapak Suci Universitas Muhammadiyah Yogyakarta berhasil membawa pulang medali Runner Up (Juara II) di Kompetisi UNAIR CUP, Surabaya. Tim Tapak Suci yang diwakili oleh Akbar Abdul Ghafar (Ilmu Ekonomi 2010) dan Wisnu Sapto Nugroho (Pertanian 2009) ini mengikuti jenis pertandingan &ldquo;Fight&rdquo;, yakni bertarung dengan sistem gugur dalam Invitasi Pencak Silat Tapak Suci Se-Jawa dan Sumatera 2012. Wisnu Sapto Nugroho berhasil menjadi Runner Up setelah tiga kali bertanding melawan UAD (2 kali) dan STAI Lukman Hakim.<br />
	<br />
	Seperti disebutkan Wisnu Sapto Nugroho pada Rabu (16/5) saat ditemui di Kampus Terpadu UMY, dirinya dan tim Tapak Suci UMY berangkat ke Surabaya pada tanggal 4 Mei untuk mengikuti jalannya acara sampai dengan tanggal 13 Mei 2012. Selama kurang lebih 9 hari, tim Tapak Suci UMY mengikuti rangkaian pertandingan yang melibatkan sekitar 800 orang peserta, mulai SD (Sekolah Dasar) hingga mahasiswa. &ldquo;Untuk pertandingan mahasiswa, diikuti<br />
	oleh 22 Universitas Se-Indonesia. Kami mengikuti pertandingan &ldquo;Fight&rdquo;, bertarung di matras dengan sistem gugur. Jenis pertandingannya ada dua,<br />
	&ldquo;Fight&rdquo; dan &ldquo;Seni&rdquo;. Kalau yang &ldquo;Seni&rdquo;, lebih menekankan pada rangkaian jurus yang digunakan,&rdquo; ujar mahasiswa kelahiran Banjarnegara, 21 Juli 1991 ini.<br />
	<br />
	Walau pun membanggakan, Wisnu sebenarnya menginginkan untuk menjadi Juara Pertama. Namun demikian, banyak hal dapat dijadikan pembelajaran baginya. &ldquo;Dilihat dari jam]]></description>
</item>
<item>
<title>Muhammadiyah Sulsel Siap Jadi Tuan Rumah Muktamar ke-47</title>
<link>http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1151-detail-muhammadiyah-sulsel-siap-jadi-tuan-rumah-muktamar-ke47.html</link>
<pubDate>Tue, 15 May 2012 00:00:00 WIT</pubDate>
<guid isPermaLink="true" >http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1151-detail-muhammadiyah-sulsel-siap-jadi-tuan-rumah-muktamar-ke47.html</guid>
<description><![CDATA[<p>
	 </p>
<p>
	<strong>Makassar-</strong> Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan mengisyaratkan ikut bergabung dalam barisan calon tuan rumah Muktamar Muhammadiyah ke-47 tahun 2015 yang akan datang. Isyarat tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Drs. H. Muh. Alwi Uddin, M.Ag. dalam sambutannya pada Penutupan Rapat Regional II Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Kontak Bisnis Saudagar Muhammadiyah se-Kawasan Timur Indonesia di Colonial Hotel, kawasan Tanjung Bunga Makassar (12/05/2012).</p>
<p>
	&quot;Kalau Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur menunda kesediaannya untuk menjadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah ke-47 tahun 2015 yang akan datang, maka Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan akan menawarkan diri dan siap menjadi tuan rumah Muktamar Muhammadiyah yang pertama di Abad ke-2 Muhammadiyah tersebut,&quot; ungkapnya yang disambut tepukk tangan dari para hadirin.</p>
<p>
	 </p>
<p>
	Sebelumnya PWM Kaltim telah mengajukan diri menjadi tuan rumah Muktamar pada saat Muktamar 1 Abad Muhammadiyah di Yogyakarta. Namun belakangan ini ada wacana bahwa perhelatan Muktamar Muhammadiyah seyogyanya diselenggarakan secara mandiri dan ditempatkan di kampus Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Disamping itu pergerakan tuan rumah pelaksanaan muktamar 20 tahun terakhir yakni 1995 di Banda Aceh -propinsi paling barat Indonesia, 2000 di Jakarta, 2005 di Malang Jawa Timur, dan 2010 di Yogyakarta, maka tuan rumah Muktamar 2015 idealnya bergerak ke kawasan Timur Indonesia. Untuk menyamakan]]></description>
</item>
<item>
<title>Survey: Jateng,Jatim, dan Sulsel Penyumbang Ranting Muhammadiyah Terbesar</title>
<link>http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1150-detail-survey-jatengjatim-dan-sulsel-penyumbang-ranting-muhammadiyah-terbesar.html</link>
<pubDate>Tue, 15 May 2012 00:00:00 WIT</pubDate>
<guid isPermaLink="true" >http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1150-detail-survey-jatengjatim-dan-sulsel-penyumbang-ranting-muhammadiyah-terbesar.html</guid>
<description><![CDATA[<p>
	 </p>
<div style="font-family: Arial, Verdana, sans-serif; font-size: 12px; color: rgb(34, 34, 34); background-color: rgb(255, 255, 255); ">
	<p style="text-align: justify; ">
		<strong>Yogyakarta &ndash;</strong>LPCR PP Muhammadiyah telah menyelesaikan program pengumpulan data nasional tentang Cabang dan Ranting. Dari proses survey yang sudah dilakukan sejak Bulan Maret 2012, LPCR PP Muhammadiyah dapat mengambil kesimpulan bahwa supplier Ranting terbesar pertama di bumi nusantara ini adalah Jawa Tengah dengan jumlah 3.698 Ranting. Kemudian disusul oleh Jawa Timur dengan jumlah 2.873 Ranting. &ldquo;Hal ini tidak terlepas dari banyaknya jumlah kabupaten/kota yang ada di dua provinsi ini serta padatnya jumlah penduduk yang ada di dalamnya,&rdquo; terang Ridho Al-Hamdi, sekretaris LPCR PP Muhammadiyah, kepada redaksi lpcr.muhammadiyah.or.id pada hari Senin, 14 Mei 2012.</p>
	<p style="text-align: justify; ">
		 </p>
	<p style="text-align: justify; ">
		Di luar Jawa, hasil survey LPCR PP Muhammadiyah menunjukkan, bahwa Sulawesi Selatan merupakan supplier Ranting terbesar dengan jumlah 1.380 Ranting.Kemudian disusul oleh Provinsi Jawa Barat dengan jumlah 1.173 Ranting. Besarnya jumlah Ranting di empat provinsi ini harus menjadi kekuatan super bagi Muhammadiyah di nusantara dan harus tetap dijaga keberadaannya. &ldquo;Karena itu, perlu kiranya PP Muhammadiyah memberikan penghargaan kepada keempat provinsi ini sebagai provinsi yang telah berjuang gigih menggerakkan Muhammadiyah di akar rumput,&rdquo; tambah Ridho.</p>
	<p style="text-align: justify; ">
		]]></description>
</item>
<item>
<title>Berawal Buka Situs, Novel Idris Abas Dapatkan Beasiswa ke Jepang</title>
<link>http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1149-detail-berawal-buka-situs-novel-idris-abas-dapatkan-beasiswa-ke-jepang.html</link>
<pubDate>Tue, 15 May 2012 00:00:00 WIT</pubDate>
<guid isPermaLink="true" >http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1149-detail-berawal-buka-situs-novel-idris-abas-dapatkan-beasiswa-ke-jepang.html</guid>
<description><![CDATA[<p>
	 </p>
<p>
	<strong>Surakarta- </strong>Mendapatkan kesempatan ke luar negeri adalah impian banyak orang, tak terkecali para mahasiswa. Kesempatan ke luar negeri dapat diperoleh melalui beasiswa atau kegiatan pertukaran pelajar antar negara, ke negara lain di Eropa, Asia, Australia atau Amerika. Novel Idris Abas mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi dan Teknik Informatika (FKI) UMS jurusan Teknik Informatika, merupakan salah satu mahasiswa yang berhasil mendapatkan beasiswa ke luar negeri.</p>
<p>
	<br />
	Mahasiswa angkatan 2009 tersebut, mendapatkan beasiswa ke negara Jepang. &ldquo;Dalam rangka program <em>Jenesys</em> yaitu pertukaran mahasiswa se-Asia Timur Raya yang diadakan oleh pemerintah Jepang,&rdquo; ungkap Novel saat dikonfirmasi lewat <em>email</em>. Bersama dengan 70 mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia berangkat ke Jepang.</p>
<p>
	Pada awalnya Novel mencoba untuk apply melalui situs mengenai pertukaran pelajar, &quot;Saya mencoba apply dan mengikuti seleksi dengan cara mengisi formulir yang berisi data pribadi lengkap termasuk score toefl dan lain sebagainya. Dan juga membuat essay tentang jika saya menjadi pimpinan universitas, maka bagaimana cara memajukan universitas melalui program pertukaran mahasiswa, &ldquo;Tambah mahasiswa asal Malang tersebut kepada Tim Promosi.</p>
<p>
	Mahasiswa semester VI Teknik Informatika tersebut mengaku banyak mendapat dukungan dari universitas dan orang-orang terdekatnya dalam meraih beasiswa ini. &ldquo;Pihak Universitas sangat mendukung mulai dari mengurus pendaftaran, pengiriman berkas, dan bentuk]]></description>
</item>
<item>
<title>Muhammadiyah Education Awards, Ajang Unjuk Kreativitas Sekolah Muhammadiyah</title>
<link>http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1145-detail-muhammadiyah-education-awards-ajang-unjuk-kreativitas-sekolah-muhammadiyah.html</link>
<pubDate>Mon, 14 May 2012 00:00:00 WIT</pubDate>
<guid isPermaLink="true" >http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1145-detail-muhammadiyah-education-awards-ajang-unjuk-kreativitas-sekolah-muhammadiyah.html</guid>
<description><![CDATA[<p>
	<strong>Malang- </strong>Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (12/5) pekan lalu dipenuhi pelajar Muhammadiyah dari berbagai daerah. Tak kurang 4.000 pelajar dan guru pendamping ikut bagian dalam memeriahkan agenda tahunan Majlis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Muhammadiyah Education (ME) Award 2012.</p>
<p>
	&ldquo;Muhammadiyah Education Award merupakan transformasi dari acara tahunan Olimpiad and Conference (Olycon) Muhammadiyah Jatim yang sudah berlangsung selama tujuhn tahun ini,&rdquo; kata Ketua Majlis Dikadasmen, PWM Jatim, Dr Biyanto. Mulai tahun ini nama Olycon diganti dengan ME Award karena untuk memfokuskan pada olimpiade saja, sedangkan konferensi diadakan di waktu dan tempat berbeda.</p>
<p>
	Acara dibuka Ketua PWM Jatim, Prof Dr Thohir Luth, dan ditutup Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Din Syamsuddin. Turut memberi sambutan, Ketua PP Muhammadiyah yang juga mantan Ketua PWM Jatim, Prof Dr Syafiq A Mughny.</p>
<p>
	&ldquo;Pendidikan merupakan proses yang lembut tetapi memiliki kekuatan yang dahsyat,&rdquo; kata Syafiq. Untuk itu, ajang seperti ini hendaknya dijadikan sebagai pembentukan karakter kompetitif para pelajar Muhammadiyah, menjalin silaturahim dan membentuk jaringan.</p>
<p>
	Hal sama diungkapkan Thohir Luth. Menurutnya, ajang ME Award sangat penting untuk membuktikan betapa seriusnya Muhammadiyah menyiapkan kader-kader persyarikatan untuk menjadi pelopor dalam berbagai bidang; keilmua, seni, kemasyarakatan, kebangsaan dan lain-lain. &ldquo;Even tahunan ini sekaligus juga]]></description>
</item>
<item>
<title>Dokter Alumni PTM Harus Mempunyai Bekal Keislaman Yang Lebih</title>
<link>http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1144-detail-dokter-alumni-ptm-harus-mempunyai-bekal-keislaman-yang-lebih.html</link>
<pubDate>Mon, 14 May 2012 00:00:00 WIT</pubDate>
<guid isPermaLink="true" >http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1144-detail-dokter-alumni-ptm-harus-mempunyai-bekal-keislaman-yang-lebih.html</guid>
<description><![CDATA[<p>
	<strong>Jakarta- </strong>Alumni Fakultas Kedokteran Peguruan Tinggi Muhammadiyah se Indonesia harus lebih Islam dalam pelayanan Masyarakat dan mampu untuk mengaktualisasikan nilai-nilai Islami dalam kehidupan masyarakat, sehingga amal usaha pendidikan dalam persyarikatan Muhammadiyah merupakan bidang yang paling strategis bagi mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.</p>
<p>
	 </p>
<p>
	Hal tersebut diungkapkan KH.Iskandar Tompo, Wakil.Ketua Muhammadiyah Wilayah Sulsel,pada Seminar dan lokakarya Asosiasi pendidikan kedkteran dan kesehatan Muhammadiya se indonesia di Hotel Santika BSD City - Serpong Jakarta, Sabtu ( 12/05/2012) Lebih jauh, iskandar Tompo,mengatakan bahwa penyelenggaraan pendidikan fakultas kedokteran Muhammadiyah perlu memperhatikan nilai manfaat sebagai pemenuhan prinsip sosio kemanusiaan, sehingga standar kompetensi dokter Muhammadiyah  harus menjadi kekuatan Muhammadiyah dalam pengembangan ilmu kedokteran sebgai kekuatan dakwah Muhammadiyah masa depan.</p>
<p>
	<br />
	Sementara itu Husni Yunus ketua MPM (Majelis Pemberdayaan Masyarakat) PWM Sulsel, melaporkan bahwa acara ini di ikuti dekan Fakultas Kedokteran se Indonesia sert para dosen Al Islam Kemuammadiyahaan se Indonesis, dengan membahas Konsep pendidikan Al Islam kedikteran, sistematika stnadar kpmpetensi dokter Muhammadiyah dan sistem jaringan kurikulum fakultas kedokteran. </p>
<p>
	*foto: ilustrasi, antara]]></description>
</item>
<item>
<title>Menyusul Para Suami Ber-Muhammadiyah Ibu-ibu Kampung Baru Kuala Lumpur Bentuk Ranting &acirc;€˜Aisyiyah </title>
<link>http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1143-detail-menyusul-para-suami-bermuhammadiyah-ibuibu-kampung-baru-kuala-lumpur-bentuk-ranting-&acirc;€˜aisyiyah-.html</link>
<pubDate>Mon, 14 May 2012 00:00:00 WIT</pubDate>
<guid isPermaLink="true" >http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1143-detail-menyusul-para-suami-bermuhammadiyah-ibuibu-kampung-baru-kuala-lumpur-bentuk-ranting-&acirc;€˜aisyiyah-.html</guid>
<description><![CDATA[<p>
	<strong>Kuala Lumpur</strong> Bertempat di Dewan Sukan Badminton Orang Ramai Kampung  Baru Kuala Lumpur-Malaysia, malam Isnin 29 April 2012 semua yang hadir menjadi saksi dalam pelantikan dan pengesahan pembentukan Pimpinan Ranting Istimewa &lsquo;Aisyiyah (PRIA) Kampung Baru, Ortom (organisasi otonom) Ibu-ibu Muhammadiyah yang selama ini selalu mendampingi kegiatan para suami mereka ber-Muhammadiyah.</p>
<p>
	</p>
<div>
	Dalam hirarki struktur keorganisasian, ranting adalah struktur tingkatan yang berada pada tingkatan paling bawah yang langsung berhubungan dengan warga dan anggota persyarikatan di masyarakat. Demikian pula dengan keberadaan ranting &lsquo;Aisyiyah di Kampung Baru, selama ini aktifitas dan kegiatan yang diselenggarakan oleh &lsquo;Aisyiyah Cabang Malaysia selalu diramaikan dan berjalan atas sokongan penuh kaum muslimat Persyarikatan yang berada di ranting-ranting, terutamanya sekali ranting yang berkedudukan di kawasan perniagaan Chow Kit.</div>
<div>
	 </div>
<p>
	Dalam sejarahnya yang masih relatif baru, eksistensi Persyarikatan Cabang Istimewa Muhammadiyah di Malaysia 2007 memang tidak bisa dilepaskan dari peran ibu-ibu yang selama ini membantu dalam segala kegiatan yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah, oleh karenanya pada tahun yang sama juga didirikan Cabang Istimewa &lsquo;Aisyiyah Malaysia.</p>
<p>
	 </p>
<p>
	Kalau ranting-ranting Muhammadiyah bermunculan seperti Kampung Baru, Sungai Way, juga KL Sentral,  dan  semua diresmikan keberadaannya oleh Cabang pada 2009, tidak demikian dengan &lsquo;Aisyiyahnya. Sampai sekarang]]></description>
</item>
<item>
<title>Herry Zudianto: Merokok Itu Kuno</title>
<link>http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1139-detail-herry-zudianto-merokok-itu-kuno.html</link>
<pubDate>Mon, 14 May 2012 00:00:00 WIT</pubDate>
<guid isPermaLink="true" >http://www.muhammadiyah.or.id/id/news-1139-detail-herry-zudianto-merokok-itu-kuno.html</guid>
<description><![CDATA[<p>
	 </p>
<p>
	<strong>Yogyakarta- </strong>Jumlah perokok di Indonesia yang besar membuat negara ini menjadi pasar yang menggiyurkan bagi industri-industri rokok besar.Hal ini menjadikan industri-industri rokok selalu menutupi dampak negatif rokok dengan dalih-dalih tertentu. Untuk memerangi hal ini, pejuang anti rokok perlu membentuk strategi merubah mindset yang menjauhkan masyarakat dari gaya hidup merokok. Misalnya, merokok itu kuno.</p>
<p>
	 </p>
<p>
	Demikian disampaikan Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY, Herry Zudianto, dalam Bedah Buku &ldquo;&shy;<em>A Giant Pack of Lies, </em>Menyorot Kedigdayaan industri Rokok di Indonesia&rdquo; kerjasama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FKIK UMY) dan <em>Muhammadiyah Tobacco Control Center </em>(MTCC), Sabtu (12/5) di Ruang Sidang AR Fahrudin B Kampus Terpadu UMY.</p>
<p>
	 </p>
<p>
	Herry yang juga mantan walikota Yogyakarta ini mengatakan, gaya hidup merokok sudah mengakar di Indonesia. Walikota Yogyakarta 2001-2011 ini melihat pendekatan merubah persepsi dari gaya hidup. &ldquo;Sosialisasikan bahwa merokok itu kampungan, merokok itu tidak keren, perokok tingkat kedewasaan setara dengan bayi. Dengan begitu, akan tercipta gaya hidup tanpa rokok&rdquo;.</p>
<p>
	 </p>
<p>
	Selain itu, para pejuang anti rokok juga dapat lebih menyentuh persepsi bahawa merokok itu merugikan orang di sekitarnya, termasuk keluarga dan anak. Menurut Herry, banyak orang yang merelakan dirinya sakit, tapi tidak ingin menyakiti anak dan keluarga. &ldquo;Melalui]]></description>
</item>
</channel>
</rss>
