Rabu, 23 Agustus 2017

Keluarga Sakinah

Agar Si Kecil Mau Sekolah

Assalamu’alaikum wr wb.
Bu Emmy yang baik, saya (28 tahun) seorang ibu dari dua orang putera (3 tahun 11 bulan) dan puteri (1 tahun 6 bulan). Tahun depan, anak  pertama sudah akan masuk TK. Dari kecil, saya perhatikan putera sulit untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Beberapa hari yang  lalu kami sempat survei beberapa TK. Insya Allah, kami akan memasukkan di TK ABA plus terdekat.

Yang menjadi masalah kami, bagaimana  supaya anak saya bisa melewati masa-masa sulit di sekolahnya nanti, mengingatsifatnya yang pemalu dan agak sulit   enyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Saya khawatir, bila saya salah langkah di awal membuat ia tidak semangat sekolah, bahkan tidak  mau sekolah. Mohon sarannya. Atas jawaban Ibu, kami ucapkan jazakumullah.
Ibu Elisa, di Bantul

Wa’alaikumsalam wr wb.

Ibu Elisa yang  baik, saya setuju dengan Ibu bahwa mengantisipasi masalah yang mungkin akan timbul itu lebih baik. Seperti yang ibu lakukan pada putera  ibu sekarang ini. Anak yang sudah memasuki usia sekolah, biasanya sangat antusias untuk minta sekolah. Hal-hal baru, seperti lingkungan  baru, teman baru, seragam baru, sepatu baru dan guru yang baru dikenal, bagi anak tertentu merupakan salah satu pendorong tumbuhnya semangat untuk segera masuk sekolah meski waktu masuk  sekolah masih beberapa hari lagi.

Namun bagi anak tertentu, hari-hari pertama  sekolah justru membuat ia tegang, takut, gelisah bahkan tangis mengiringi hari pertama masuk sekolah dan minta ditunggui bapak ibunya.  Salah satu penyebab ketegangan anak masuk sekolah pada hari pertama adalah ketidaksiapan anak saat memasuki lingkungan sekolah baru.  Keadaan seperti ini, biasanya dialami anak yang tidak menjalani pendidikan pra sekolah seperti play group. Bisa juga karena anak  mempunyai sifat pemalu dan lambat dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.

Perasaan tegang, tidak nyaman dan takut bila  dibiarkan bisa berakibat negatif bagi anak, seperti mengalami stress. Wujud dari stress bermacam-macam, di antaranya rewel, sering buang air  kecil atau sakit-sakitan. Menghadapi anak yang demikian perlu kesabaran dan kearifan. Orangtua dituntut untuk lebih sabar dalam  menyikapi kondisi anak, terutama pada hari-hari pertamamasuk sekolah. Bila tidak sabar dan salah dalam menyikapinya akan berakibat  negatif  agi perkembangan anak selanjutnya.

Agar anak lebih siap dalam menghadapi hari-hari pertama di  sekolah orangtua bisa melakukan  hal-hal sebagai berikut:

1. Mengajak anak mengenal sekolah baruJauh hari sebelum sekolah ibu bisa mengajak anak untuk mengenal sekolah  baru, melihat sekeliling sekolah seperti kelas, lapangan dan mainannya, kantin, berkenalan dengan guru-guru dan segala fasilitas  yang ada di sekolah.

2. Mengijinkan anak melihat proses belajar di kelas Kenalkan anak dengan proses belajar di kelas dengan mengikuti  pelajaran, meski hanya sebentar. Agar anak mengenal situasi belajar di dalam kelas.

3. Libatkan anak dalam mempersiapkan hari pertama  masuk sekolah Ajaklah anak untuk turut mempersiapkan keperluan sekolahnya. Misalnya, seragam sekolah yang akan dipakai, alat tulis, tas,  sepatu dan bekal yang akan dibawa. Anak perlu diberitahu untuk bangun pagi, sehingga persiapan tidak terburu-buru. Dengan demikian  secara mental anak dipersiapkan untuk memasuki lingkungan sekolah yang baru.

4. Pastikan anak dalam kondisi sehat nak yang kurang sehat  akan kondisi badannya lesu dan kurang bersemangat. Kondisi ini bisa menyebabkan anak tidak nyaman di kelas barunya. Maka, menjelang  masuk sekolah hendaknya banyak istirahat. Beri anak sarapan sebelum berangkat agar anak bisa lebih konsentrasi dantidak rewel di kelas   arena perut kosong.

5. Temani anak pada hari-hari pertama sekolah Untuk membesarkan hati anak ketika masuk sekolah, orang tua bisa  menunggunya selama sekolah. Setelah anak terlihat merasa nyaman dengan teman dan gurunya. Ibu bisa mulai menunggu di area luar  sekolah dan akhirnya ditinggal.

6. Amati keadaan anak Dengan menunggui anak secara langsung, orang tua bisa mengamati apa-apa yang  menjadi kesulitan anak. Beri kesempatan anak untuk bercerita apa yang dialaminya. Bila ditemukan kesulitannnya, misalnya belum punya  teman baru. Ibu bisa membantu dengan membesarkan hatinya dan mencari cara untuk mengatasi masalahnya. Hal-hal di atas hanya  sebagian cara yang bisa ditempuh untuk memotivasi anak memasuki sekolah baru. Semoga bermanfaat dan bisa membantu ibu menemani  putra melewati hari-hari pertama di sekolah nanti.l 

Menu Terkait