Rabu, 23 Agustus 2017

Keluarga Sakinah

Mengajari Si Kecil Puasa

Assalamu’alaikum wr. wb.
Ibu Emmy yang baik, saya (27 tahun) ibu dari seorang putri (5 tahun). Sejak suami dinas di luar kota, kami tinggal bersama orangtua saya. Dalam hal agama, orangtua saya termasuk orang yang baru kenal agama. Maka saya masih maklum bila mereka agak longgar dalam mematuhi dan menularkan kepatuhan dalam menjalankan agama kepada anak-anaknya. Seperti masalah shalat, orangtua tidak menegur apalagi memarahi anaknya yang tidak melakukan shalat.

Hal ini sangat berbeda dengan perlakuan saya pada si putri dalam menanamkan agama. Terutama untuk membiasakan anak melakukan perintah Allah. Setahun yang lalu, anak saya sudah saya ajak berpuasa, meski masih setengah hari dan ada bolongbolongnya. Kini ada orangtua saya, mereka kurang mendorong si putri untuk berpuasa. Saya sadar, nanti akan menjadi kendala buat saya. Ditambah lagi ada omnya yang belum mau shalat dan puasa.

Apa yang bisa saya lakukan untuk si putri agar ia kuat dan tetap bersemangat menjalani puasa? Sebetulnya umur berapa anak sudah siap diajak puasa? Hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan orangtua pada anaknya yang berpuasa? Maaf bila banyak pertanyaan, mohon jawabannya. Jazakumullah.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Lola, di Klaten

Wa’alaikumsalam wr wb.
Ibu Lola yang baik, Saya bisa mengerti, mengapa ada kekhawatiran pada Ibu dalam menghadapi bulan Ramadlan mendatang. Karena ibu ingin putri bisa meningkatkan ibadah puasanya dibanding tahun lalu, sementara lingkungan rumah kurang mendukung. Puasa terbukti sangat ampuh untuk melatih diri dalam hal pengendalian diri. Mengajak dan melatih anak berpuasa memang gampang-gampang susah. Peran orangtua sangat besar dalam memotivasi anak untuk berpuasa. Berikut ini hal-hal yang sebaiknya diperhatikan orang tua ketika mengajak anak berlatih puasa:

1. Kapan anak diajak berpuasa? Pada umumnya anak siap berlatih berpuasa pada usia 6-7 tahun, namun lebih dini tentu lebih baik agar anak terbiasa. Yang penting orangtua memerhatikan kondisi fisik serta kebutuhan energi yang diperlukan anak untuk beraktivitas sepanjang hari, karena usia anak-anak adalah masa yang penuh dengan aktivitas motorik yang sangat menguras energi. Bila anak merasa sangat lemas dan mengeluh lapar, muka kelihatan pucat maka segera batalkan puasanya. Jangan lupa untuk memuji usahanya.

2. Bagaimana cara melatih berpuasa? Lakukanlah secara bertahap. Pertama berikan pengertian pada si kecil mengapa iaharus berpuasa. Dengan mengetahui alas an tersebut diharapkan akan tumbuh kecintaan anak pada ibadah. Beri penjelasan tentang segala hal yang berhubungan dengan puasa sesuai dengan usianya. Yang perlu diingat, tujuan dari proses belajar puasa adalah agar anak mengenal dan memahami segala hal mengenai puasa. Sehingga ia menjadi senang berpuasa dan punya keinginan berpuasa dengan kemauannya sendiri tanpa paksaan. Sedang tahapan latihan dilakukan sesuai dengan kemampuan masing-masing anak. Misal, mula-mula dilakukan puasa nyambung. Yaitu puasa sampai jam 12.00 lalu dilanjutkan sampai Maghrib, dan selanjutnya.

3. Beri hadiah. Puasa bagi anak memang suatu yang berat. Maka harus ada upaya orangtua untuk mendongkrak semangat mereka agar mau berpuasa. Salah satunya adalah dengan memberikan “reward” atau hadiah bila anak mampu berpuasa. Buatlah perjanjian dengan anak. Misalnya, jika ia mampu melakukan puasa sehari penuh, mereka akan mendapatkan hadiah tertentu sesuai keinginan mereka. Jika ternyata, anak tidak mampu berpuasa sehari penuh, berikan mereka hadiah penghibur yang nilainya di bawah hadiah yang akan mereka dapatkan bila berpuasa sehari penuh.

4. Bagaimana jika anak berbohong? Pribadi anak masih sangat labil. Ia masih gampang kena goadaan dari lingkungannya. Maka, sangat mungkin terjadi di rumah ia puasa, tapi sesampainya di sekolah dan bertemu teman-temannya, ia tergoda dan puasanya bocor. Bila terjadi demikian, sebaiknya orang tua tidak mencecar dengan pertanyaan ia puasa atau tidak, karena anak akan tertekan dan berkelit. Ada baiknya orangtua jauh-jauh hari sebelum puasa, tanamkan kejujuran dalam dirinya. Jujur berarti mencintai diri sendiri apa adanya dan tahu batas kemampuannya. Bila sudah tertanam kejujuran pada diri anak, maka ia akan mengaku bahwa ia batal puasa hari itu tanpa diminta. Sebagai orangtua tak perlu kecewa apalagi marah jika anak sudah jujur. Yang penting terus semangati anak untuk berpuasa dan menahan diri dari godaan temanteman ataupun iklan-iklan di televisi. Orangtua bisa berlaku tegas bila anak sering bohong soal puasa.

5. Apa yang harus dilakukan orangtua bila melihat anaknya tertangkap basah tidak melakukan puasa? Lakukanlah pendekatan secara halus, jangan pernah meremehkannya dan beri penjelasan bahwa puasa adalah ibadah yang memerlukan perjuangan, terutama mengendalikan hawa nafsu lahir batin. Untuk menunjang kebutuhan anak berpuasa hendaknya orang tua juga memerhatikan hal-hal seperti menu makanan, kebutuhan cairan anak, juga waktu istirahat atau tidur.
Oke selamat berpuasa semoga puasa bulan ini lebih baik dari pada bulan-bulan yang
lalu. Amiin.l

Menu Terkait