Rabu, 23 Agustus 2017

Keluarga Sakinah

TETAP MESRA DI DEPAN ANAK

Assalamu’alaikum wr. wb.
Ibu Emmy yang baik, saya seorang janda (30 tahun) dengan putra satu (5 tahun), baru saja menikah dengan seorang duda (41 tahun) dengan putri satu (16 tahun). Alhamdulillah hubungan kami dengan masing-masing anak kami tidak bermasalah. Pada waktu berkenalan, saya dan suami sudah saling berusaha mendekati anak-anak. Dalam memutuskan untuk menikah pun mereka kami libatkan.

Yang menjadi masalah saya, putra masih sangat lengket dengan saya. Terutama di waktu malam hari. Ia belum mau tidur sendiri dan masih tidur sekamar dengan kami. Sebagai pengantin baru, kami sangat membutuhkan waktu privat. Terus terang, saya sering tidak merasa nyaman dan ada perasaan was-was bila sedang berhubungan intim dengan suami, meski anak saya dalam keadaan tidur. Saya khawatir anak saya terbangun dan memergoki kami.

Saya pernah baca buku, anak yang melihat orangtuanya sedang melakukan hubungan intim dapat berakibat buruk, seperti stress atau bahkan bisa menirukannya. Mungkin ibu punya kiat agar kami bisa mengatasi masalah yang saya hadapi. Saya mohon saran dari ibu. Saya juga ingin tanya, seandainya anak telanjur melihat kejadian tersebut, apa yang sebaiknya orangtua lakukan terhadap anak? Terima kasih atas jawaban ibu.
Wassalamu’alaikum wr. wb.
Ibu Jk, di kota X

Wassalamu’alaikum wr. wb.
Ibu Jk selamat berbahagia ya. Saya ikut mendoakan pernikahan Anda diberkahi Allah SwT. Terutama bagi perempuan, perasaan yang aman dan nyaman sangat dibutuhkan untuk “kesuksesan” dalam sebuah hubungan intim. Maka sebaiknya lakukanlah bila memang Anda berdua merasa benar atau membuat Anda nyaman.

Banyak orangtua, khususnya di Indonesia yang masih tidur bersama anaknya meski usia anaknya tak lagi bayi, seperti putra
Anda. Padahal aturannya sudah jelas, “jangan pernah berhubungan intim di depan anak-anak”. Maka pencegahan adalah cara yang terbaik agar anak terhindar untuk menyaksikan “adegan panas” orang tuanya.

Untuk itu Anda bisa melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Kenalkan konsep waktu privat dan aturan untuk mengetuk pintu pelan-pelan sebelum masuk kamar seseorang. Mungkin anak Anda akan bertanya-tanya, “Ngapain sih ayah dan ibu di kamar?” Bila demikian, jawablah dengan singkat dan jelas, tak perlu menyebut detail apa saja yang Anda lakukan di waktu privat Anda.

2. Pilih waktu dan tempat yang tepat.

3. Sebaiknya anak dan Anda berdua tidur di kamar terpisah. Kalau belum memungkinkan anak tidur terpisah, Anda bisa pindah ke kamar yang lain untuk bermesraan. Dan pastikan anak sudah tidur lelap dan dalam keadaan nyaman ketika Anda tinggal.

4. Kadang, tidak kita sangka, anak tiba-tiba menyelinap masuk, dan tahu-tahu sudah tidur di balik selimut Anda berdua. Maka, pastikan kamar terkunci sebelum Anda berdua melakukannya.

Memang benar, anak-anak yang melihat “adegan” mesra, bisa berakibat buruk baginya. Karena mereka belum paham. Misalnya, apa yang Anda dan pasangan lakukan sebagai berbagi cinta, dilihat atau didengar oleh anak sebagai “perkelahian” sehingga membuat mereka takut. Hubungan Anda memang penting, tapi jauh lebih penting anak Anda. Oleh karena itu, sebelum melakukannya, pastikan hal-hal di atas sudah Anda lakukan bersama pasangan.

Bila Anda “tertangkap basah” oleh anak Anda, yang penting untuk dilakukan adalah lakukan pendekatan pada anak Anda. Beri penjelasan sederhana atas apa yang sudah terjadi. Anda juga bisa bertanya apa yang sudah ia lihat dan rasakan. Dengan mendengar ceritanya, kita bisa menjelaskan atau meluruskan hal-hal yang kurang tepat. Bila ia terlihat ketakutan, mintalah maaf, dan temanilah ia sampai tidur kembali. Jika sudah dipastikan tidur, Anda bisa melanjutkan saling bershadaqah pada istri atau suami.l

Menu Terkait